June 30, 2005

Kreditor


huahahahaha........................ cerita yang indah di pagi hari ini.Rencana mo isi bensin GAGAL,cuma gara-gara tali GAs putus and gw terpaksa pinjem motor ma org laen .

Mana uang pas2an tuk makan siang + bensin yg cuma ngabisin biaya 100 NTS =)),INdah nya hari ku.Terpaksa dengan hati yg berbunga-bunga di dorong dech si YAYANG ke bengkel yg lumayan jauh .SAmpe di bengkel tlp ke kantor blg klo gew terpaksa hadir lambat 15 menit ,dengan harap jangan di potong gaji yg 15 menit ntu .Huahahahahaha.......................

Sampe di kantor lumayan lach............cape :D................langsung nyari CREDITOR..................huahahahaha rencana mo pinjem gope tuk mpe minggu depan.Untung nya di tempat kerja sembarang tengok banyak CREDITOR yang tersedia tanpa BUNGA lagi .................=))

June 29, 2005

Garis Cinta


Dalam dekap bulan ku rindu akan nyanyian nya
Di tengah terik panas nya siang ku cari payungan nya

Tengelam ku dalam keramaian
Hilang ku dalam kesunyian

Ku balik kan arah jalan
Ku ikuti jejak terhapus akan rinduan

Ku kenang suaranya
Ku rindu pangkuan nya

60 tahun sudah terlewat.......................
32 tahun ku buat kau tersesak......................


"Selamat Ulang Tahun Bunda.................
Semoga di saat ku peluk kau kembali dalam rindu
Ku tetap melihat garis cinta itu di bening mata mu"


June 19, 2005

Hanya kamu

"Satu hanya kamu
Benar hanya kamu

Kehilangan baru terasa hadir mu
Cinta ku sangat menyakit kan "

Kata -kata diatas ter ketik di saat lalu tertampil saat sekarang.Terjadi di karena kemarin bertemu kembali,bertemu dengan "RINDU Ku".

Salam tuk RINDU,
dari biru

March 29, 2005

Renungan

Plato itu muridnya Socrates yang terbaik. idenya tentang dunia ideal membuat sebagian sejarawan berpendapat ada kemungkinan ia berkenalan/mengenal dengan agama tauhid sebelum/semasa ia menyusun alurfilosofi-nya. salah seorang muridnya adalah Aristoteles.

"Cinta dan Perkawinan Menurut Plato"
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana.Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali,kemudian ambillah satu saja ranting.Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan,artinya kamu telah menemukan cinta"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong,tanpa membawa apapun.Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)"Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi didepan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi,baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan?Bagaimana saya bisa menemukannya?"Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, diakembali denganmembawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yangsegar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya,setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"Gurunyapun kemudian menjawab, "itulah perkawinan"

CATATAN - KECIL :Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputarmundur. Terimalah cinta apa adanya.